MEDAN - Kasus pegang
payudara siswi SMKN 8, Jalan Dr Mansyur Medan terus berkembang. Pihak
keluarga yang tak terima anaknya dilecehkan melaporkan Kepala sekolah
(Kasek) ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Pokja Medan,
Senin (9/9) siang.
Kedatangan PB (16), siswi SMKN 8 yang
mengaku dilecehkan tersebut ditemani ibu dan abangnya. Kunjungan mereka
langsung disambut Ketua Harian Komnas PA Pokja Medan Rusli SH,
Sekretaris Pokja Medan Jhoni Harahap, kuasa Hukum Pokja Medan Sumantri
SH di kantornya di Jalan Medan Area Selatan No. 4B Kec. Medan Area,
pukul 11.00 wib.
Ibu korban, Diana boru Ginting (48) saat
itu meminta perlindungan hukum dan meminta keadilan. "Kedatangan kami
kemari adalah untuk meminta perlindungan anak kami kepada Komnas PA
Pokja Medan atas pelecehan seksual yang menimpa anakku, sekaligus
meminta keadilan atas perbuatan yang tak senonoh dan tak wajar itu,"
ucap wanita berbaju coklat itu.
Selain itu, Diana menjelaskan bahwa ia
sangat kecewa dengan tindakan oknum kepala sekolah tersebut. "Aku kecewa
kali dengan perbuatan kepala sekolah itu, aku berharap kepala sekolah
itu segera dihukum sesuai perbuatannya. Dan aku maunya dia dipecat dari
sekolahnya, karena sudah mencoreng nama baik seorang kepala sekolah,"
harapnya.
Menanggapi pengaduan tersebut, Ketua
Harian Komnas PA Pokja Medan, Rusli SH, turut mengecam keras tindakan AN
(52), kepala sekolah tersebut. "Kita sangat mengecam keras tindakan
kepala sekolah yang tak bermoral tersebut, yang tega melakukan tindakkan
tak senonoh kepada muridnya. Itu sama saja tindakan yang memalukan
dalam dunia pendidikan," ujarnya.
Selain itu, Sumantri, SH, selaku kuasa
hukum Komnas Pokja PA Medan mengatakan bahwa akibat peristiwa tersebut,
korban menjadi trauma dan ketakutan untuk kembali bersekolah.
"Akibat tindakan Kepsek itu, korban
menjadi trauma dan ketakutan untuk kembali bersekolah, kita pasti akan
kawal terus kasus ini," terangnya.
Menanggapi kasus ini, pihaknya bersama
keluarga korban akan melaporkan kasus tersebut ke Polresta Medan, dan
akan menyurati instansi terkait.
"Kita bersama keluarga korban akan
melaporkan kasus ini ke Polresta Medan. Kita juga akan surati dinas
pendidikan, wali kota, gubernur dan lainnya untuk meminta oknum kepala
sekolah itu untuk dipecat," tegasnya.
PB sendiri mengaku masih trauma kembali ke sekolah. "Aku takut sekolah kalau masih ada bapak itu (pelaku) di sana," terang siswi berambut panjang dan mengenakan seragam sekolah itu yang lantas dibawa ke Mapolresta Medan untuk membuat laporan resmi.
PB sendiri mengaku masih trauma kembali ke sekolah. "Aku takut sekolah kalau masih ada bapak itu (pelaku) di sana," terang siswi berambut panjang dan mengenakan seragam sekolah itu yang lantas dibawa ke Mapolresta Medan untuk membuat laporan resmi.
Di Mapolresta Medan, Sumantri
menjelaskan sudah melaporkan Kasek SMKN 8. "Yang kita laporkan di sini
kepala sekolahnya langsung, karena dia yang melakukan pelecehan seksual
terhadap anak muridnya sendiri," terangnya di depan SPK Polresta Medan.
"Kan sangat tidak layak, seorang kepala sekolah memegang payudara siswinya," sambungnya.
Terkait dalih Kasek untuk melihat nama
siswinya, menurutnya hanya akal-akalan saja. "Padahal si korban ini
sudah sebutkan namanya, tapi kenapa harus dipegang juga," ujar pria yang
memakai kemeja ini dengan memegang beberapa berkas.
Sumantri, meminta Kapolresta Medan
Kombes Nico Afinta Karo-Karo agar memproses pelaku pelecehan tersebut.
"Kita minta agar polisi segera memprosesnya, karena perbuatan ini sangat
tidak layak dilakukan oleh seorang kepala sekolah," sebutnya.
Dijelaskan PB, insisial siswi korban
pelecehan, saat itu AN tak hanya memegang tapi juga menyubit payudara
siswinya. "Dipegangnya nama saya, habis itu dicubitnya. Trus dibilangnya
boru Bangun nya kau, pandai lah bahasa Karo," sambung PB menjelaskan
aksi Kasek tersebut.
Diberitakan sebelumnya, PB (17) warga
Jalan Mandolin Kel. Titi Rante Kec. Medan Baru melapor telah dilecehkan
Kasek di ruang Praktek Perhotelan di lantai II SMK Negeri 8 Jalan dr
Masyur, Kec. Medan Sunggal, Rabu (4/9) sekira pukul 10.00 wib.
Tindak pelecehan itu, dijelaskannya,
berawal ketika dirinya membantu temannya Rini menjalani latihan untuk
mengikuti perlombaan di bidang perhotelan. Ketika korban dan temannya
Rini sedang di dalam kamar praktek, Kasek berulang kali melewati ruangan
tersebut hingga tak lama akhirnya masuk dan melakukan pelecehan itu. (bay/eza/bud)
No comments:
Post a Comment