MATARAM-Kekerasan
seksual terhadap anak dibawa umur kembali terjadi. Kali ini, siswi
salah satu SMP di Narmada, LSA (inisial, red), 15 tahun, menjadi
korbannya.
Gadis asal Desa Kelana, Kecamatan
Pringgarata, Lombok Tengah, itu diduga diperkosa di Desa Golong,
Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar), Rabu (11/9) lalu. Kasus dengan
delik aduan persetubuhan di bawah umur teregister dengan nomor
LP/K/927/IX/2013 Polres Mataram.
Peristiwa kelam yang menimpa pelajar
kelas III SMP itu berlangsung usai pulang sekolah. Awalnya, korban
dihubungi kenalannya bernama Iwan, 20 tahun dan mengajak bertemu sekitar
pukul 13. 30 Wita. Ajakan pria asal Kediri, Lobar, itu diladeni korban.
Pelaku yang janji menjemputnya akhirnya
datang setelah ditunggu oleh korban. Kemudian, pelaku diajak jalan-jalan
menggunakan kendaraan roda empat. Tujuan dua sejoli itu, bersantai di
Desa Golong, Narmada.
Setiba di lokasi kejadian, pelaku mulai
bertingkah aneh. Di dalam mobil itu, pelaku mulai memegang tubuh korban,
hingga berujung pada ajakan untuk bersetubuh. Hanya saja, permintaan
pelaku yang tidak masuk akal itu ditolak korban.
Perlawanan dari korban itu tak membuat
pelaku berhenti membujuk. Dia terus meminta korban agar melayani nafsu
bejatnya. Lagi-lagi, rayuan pelaku tidak diindahkan korban.
Pelaku yang sudah terlanjur ‘over’
kalang kabut. Dia memaksa dan melucuti pakaian korban, hingga berujung
pada hubungan badan. Korban pun sempat melawan, namun penolakannya itu
tidak mampu membendung niat jahat pelaku.
Setelah kejadian itu, pelaku meminta
korban tidak bercerita kepada siapa pun. Pelaku kemudian meninggalkan
korban yang masih berpakaian seragam sekolah sendirian.
Keberatan dengan perbuatan pelaku,
korban menceritakan apa yang dialaminya kepada keluarganya. Malam
harinya, sekitar pukul 20.00 Wita, korban didampingi keluarga membuat
laporan ke Polres Mataram.
Kasubaghumas Polres Mataram AKP Arief
Yuswanto membenarkan adanya laporan tersebut. Dia menjelaskan, kasus
tersebut sedang dalam proses penyelidikan. Penyidik telah mendengarkan
keterangan dari saksi korban serta saksi lain. ’’Pelaku masih kami
lidik,’’ kata dia, Sabtu lalu (14/9). (mis)