BONE - Warga Kecamatan
Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berinisial HI,
19 tahun, melaporkan seorang wartawan gadungan inisial DR, di Polres
Bone, Sabtu (17/8). Dia melaporkan lelaki tersebut terkait kasus dugaan
pelecehan seksual.
Insiden itu bermula saat HI tengah asyik
bersama pacarnya. Tidak lama berselang, seorang pria bernama DR,
menghampir korban dan pacarnya dengan mengaku sebagai seorang wartawan.
Pelaku langsung merampas kunci kontak
sepeda motor yang dikendarainya. Upaya itu berhasil digagalkan.
Dikarenakan pelaku memanggil rekan-rekannya, pacar korban HI dan
motornya di lokasi kejadian.
Lima orang rekan DR tiba di lokasi. Selama
berada di tengah-tengah kelompok pria itu, korban mengaku sempat
dipeluk pelaku. Tidak berselang lama, pelaku dan rekannya mengantar
korban ke rumah salah satu keluarga korban yang berada di Jalan
Sukawati, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat.
Saat berada di rumah salah salah seorang
kerabat korban, memberikan uang Rp 5 juta kepada terlapor. Uang tersebut
sebagai imbalan agar perbuatan korban dan pacarnya tidak diberitakan.
"Saya sempat dipeluk oleh DR, tapi saya terus berontak," kata korban.
Kepala SPKT Polres Bone, Ipda F E Fredy
Nalle mengatakan aduan ini masih dalam penyelidikan. Setelah menerima
laporan korban pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.
"Tapi, saat dilakukan pencarian di rumahnya, pelaku tidak berada di
tempat. Pengejaran masih terus dilakukan," kata Fredy seperti yang
dilansir FAJAR (JPNN Group), Minggu (18/8). (eds/awa/jpnn)
No comments:
Post a Comment