MEDAN- Tudingan pelecehan
seksual terhadap seorang siswi telah membuat keluarga dan anak-anak
Kepala Sekolah (Kasek) SMKN 8 Medan merasa malu. Sementara PB (17) yang
telah aktif bersekolah, mendapat perhatian lebih dari AN dan guru-guru.
"Malu ya malu, salah ya salah, semua pemberitaan menyudutkan saya. Pembelaan yang saya berikan sudah saya lakukan. Saya tidak ada melakukannya, semua murid-murid kuanggap anakku, tinggal penilaian dari masyarakat," ujarnya AN yang ditemui POSMETRO MEDAN (Grup JPNN) di ruang kerjanya di SMKN 8 Jalan Dr Mansyur, Medan, dua hari lalu.
"Malu ya malu, salah ya salah, semua pemberitaan menyudutkan saya. Pembelaan yang saya berikan sudah saya lakukan. Saya tidak ada melakukannya, semua murid-murid kuanggap anakku, tinggal penilaian dari masyarakat," ujarnya AN yang ditemui POSMETRO MEDAN (Grup JPNN) di ruang kerjanya di SMKN 8 Jalan Dr Mansyur, Medan, dua hari lalu.
AN mencoba menjelaskan peristiwa yang
membuat heboh itu dari sisi pandangnya. Dan menurutnya kejadian itu
bermula saat dirinya hendak memperbaiki letak bed nama PB yang miring.
"Saya sudah tua, mata saya ini sudah
rabun. Mungkin kurang pas saya memperbaiki papan namanya, sehingga dia
(PB) merasa saya memegang payudaranya. Padahal tidak," terang AN membela
diri.
Kini AN merasa kian tersudut atas
keterangan PB dan keluarganya dalam pemberitaan. Dampaknya, keluarganya
merasa malu, terlebih anak-anaknya. "Yang paling terpukul dengan keadaan
ini adalah keluargaku, apalagi anak-anakku. Peristiwa yang belum tentu
benar, tapi sudah heboh. Ini yang kusesalkan," pungkas AN.
Meski merasa tersudut, AN mengaku tak
dendam kepada siswinya. Malah dirinya mencoba memberikan kenyamanan
kepada PB dengan meminta guru-guru termasuk guru pembimbing
memperhatikan PB.
"Dia baik-baik saja. Dia tidak pernah saya
dengar berbuat negatif di sekolah ini. Saya juga menyuruh guru bidang
pembimbing (BP) untuk terus memantau Popy. Saya tidak mau membuat dia
trauma, makanya setiap guru memantaunya," ucap mantan guru SMKN 9
tersebut.
AN juga membenarkan terkait pemeriksaan
dirinya di Dinas Pendidikan Kota Medan, Senin (9/9) lalu. "Saya sudah
menjalani pemeriksaan di dinas. Untuk saat ini, saya hanya bisa menahan
malu. Tapi sebagai pendidik, saya dan guru yang lainnya tetap menyayangi
dan memantau Popy," sambungnya.
Saat menghampiri kelas PB, siswi jurusan
perhotelan itu telah pulang. Dan menurut guru lokalnya, PB sudah dapat
belajar seperti biasanya. "Dia sudah pulang, tidak nampak lagi bang,"
ucap seorang siswi perhotelan.
Seperti diberitakan sebelumnya, SMKN 8
Medan mendadak heboh, Sabtu (7/9)lalu. Pasalnya, PB bersama keluarganya
mendemo Kasek SMKN 8 Medan, AN. Hal tersebut terjadi lantaran PB mengaku
payudaranya dipegang Kasek saat sedang latihan untuk mengikuti Lomba
Keterampilan Siswa (LKS) di ruang praktik perhotelan yang berada di
sekolah. (gib/bud)
No comments:
Post a Comment