MEDAN - Kepala Sekolah
Kejuruan Negeri 8, berinisial AN, ternyata sudah menghadap Kepala Dinas
Pendidikan (Kadisdik) Medan untuk memberi penjelasan.
Pengakuannya, Senin (9/9) pagi,
bahwasanya tindakan mengenai payudara siswinya itu tidak disengaja dan
hanya bermaksud menguji kemampuan anak didiknya.
Hal itu diterangkan Kadisdik Medan, Parluhutan Hasibuan yang ditemui di ruang kerjanya.
"Benar, tadi pagi dia (Kasek) sudah
datang. Kalau isunya sebenarnya dari beberapa hari yang lalu sudah saya
ketahui dari pemberitaan di beberapa media. Dan baru hari ini (Senin)
dia baru datang untuk melaporkan perihal isu yang mencoreng dunia
pendidikan di Kota Medan," ujarnya.
Seperti apa keterangan Kasek tersebut?
Parluhutan mengatakan sama seperti klarifikasi yang disampaikan Kasek di
media massa. "Sama seperti pemberitaan di media. Dia tetap mengatakan
tidak sengaja dan itu iseng saja untuk ngetes (menguji) siswanya yang
hendak ikut perlombaan," terang Parluhutan.
Sambungnya lagi, selama dia menjabat
sebagai kepala dinas pendidikan di Kota Medan, Parluhutan mengaku tidak
pernah menemukan kasus pelecehan seperti yang terjadi di SMKN 8.
Sedangkan tindakan apa yang akan
diterima Kasek SMKN 8, Parluhutan akan melaporkan hal tersebut terlebih
dulu kepada Wali Kota Medan. "Soal masalah ini kan belum tentu
kebenarannya. Jadi saya tidak bisa memberikan keputusan terhadap si
pelaku. Dan saya tetap melapor dulu ke atasan (Wali Kota Medan) dan
atasan lah memberikan keputusan," tambahnya.
Namun jika isu pelecehan seksual
tersebut terbukti benar, Parluhutan menjelaskan sanksinya berupa
pemecatan. "Meskipun tidak saya berwenang, kalau memang benar isu
tersebut, ya dicopotlah. Kan itu sudah sangat mememalukan dan mencoreng
nama baik pendidikan di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan. Dan
semoga kasus itu menjadi cotoh yang tak perlu ditiru alias pembelajaran
terhadap kepala sekolah yang lain atau semua lah yang berkecimpung di
dunia pendidikan," tegasnya. (tun/bud)
No comments:
Post a Comment